Wednesday, October 22, 2008

Bagaimana Menjadi Percaya Diri ?

Dalam bahasa gaul harian, pede yang kita maksudkan adalah percaya diri. Semua orang sebenarnya punya masalah dengan istilah yang satu ini. Ada orang yang merasa telah kehilangan rasa kepercayaan diri di hampir keseluruhan wilayah hidupnya. Mungkin terkait dengan soal krisis diri, depresi, hilang kendali, merasa tak berdaya menatap sisi cerah masa depan, dan lain-lain. Ada juga orang yang merasa belum pede dengan apa yang dilakukannya atau dengan apa yang ditekuninya. Ada juga orang yang merasa kurang percaya diri ketika menghadapi situasi atau keadaan tertentu. Berdasarkan praktek hidup, kita bisa mengatakan bahwa yang terakhir itu normal dalam arti dialami oleh semua manusia.
Sebenarnya apa sih yang kita maksudkan dengan istilah pede itu?


Kalau melihat ke literatur ilmiahnya, ada beberapa istilah yang terkait dengan persoalan pede ini. Di sini saya hanya ingin menyebutkan empat saja:

§ Self-concept: bagaimana Anda menyimpulkan diri anda secara keseluruhan, bagaimana Anda melihat potret diri Anda secara keseluruhan, bagaimana Anda mengkonsepsikan diri anda secara keseluruhan.

§ Self-esteem: sejauh mana Anda punya perasaan positif terhadap diri Anda, sejauhmana Anda punya sesuatu yang Anda rasakan bernilai atau berharga dari diri Anda, sejauh mana Anda meyakini adanya sesuatu yang bernilai, bermartabat atau berharga di dalam diri Anda

§ Self efficacy: sejauh mana Anda punya keyakinan atas kapasitas yang Anda miliki untuk bisa menjalankan tugas atau menangani persoalan dengan hasil yang bagus (to succeed). Ini yang disebut dengan general self-efficacy. Atau juga, sejauhmana Anda meyakini kapasitas anda di bidang anda dalam menangani urusan tertentu. Ini yang disebut dengan specific self-efficacy.

§ Self-confidence: sejauhmana Anda punya keyakinan terhadap penilaian Anda atas kemampuan Anda dan sejauh mana Anda bisa merasakan adanya “kepantasan” untuk berhasil. Self confidence itu adalah kombinasi dari self esteem dan self-efficacy (James Neill, 2005)

Berdasarkan itu semua, kita juga bisa membuat semacam kesimpulan bahwa kepercayaan-diri itu adalah efek dari bagaimana kita merasa (M1), meyakini (M2), dan mengetahui (M3). Orang yang punya kepercayaan diri rendah atau kehilangan kepercayaan diri memiliki perasaan negatif terhadap dirinya, memiliki keyakinan lemah terhadap kemampuan dirinya dan punya pengetahuan yang kurang akurat terhadap kapasitas yang dimilikinya. Ketika ini dikaitkan dengan praktek hidup sehari-hari, orang yang memiliki kepercayaan rendah atau telah kehilangan kepercayaan, cenderung merasa / bersikap sebagai berikut :

§ Tidak memiliki sesuatu (keinginan, tujuan, target) yang diperjuangkan secara sungguh-sungguh

§ Tidak memiliki keputusan melangkah yang decissive (ngambang)

§ Mudah frustasi atau give-up ketika menghadapi masalah atau kesulitan

§ Kurang termotivasi untuk maju, malas-malasan atau setengah-setengah

§ Sering gagal dalam menyempurnakan tugas-tugas atau tanggung jawab (tidak optimal)

§ Canggung dalam menghadapi orang

§ Tidak bisa mendemonstrasikan kemampuan berbicara dan kemampuan mendengarkan yang meyakinkan

§ Sering memiliki harapan yang tidak realistis

§ Terlalu perfeksionis

§ Terlalu sensitif (perasa)

Sebaliknya, orang yang kepercayaan diri bagus, mereka memiliki perasaan positif terhadap dirinya, punya keyakinan yang kuat atas dirinya dan punya pengetahuan akurat terhadap kemampuan yang dimiliki. Orang yang punya kepercayaan diri bagus bukanlah orang yang hanya merasa mampu (tetapi sebetulnya tidak mampu) melainkan adalah orang yang mengetahui bahwa dirinya mampu berdasarkan pengalaman dan perhitungannya.

Berbagai studi dan pengalaman telah menjelaskan bahwa kepercayaan diri seseorang terkait dengan dua hal yang paling mendasar dalam praktek hidup kita. Pertama, kepercayaan diri terkait dengan bagaimana seseorang memperjuangkan keinginannya untuk meraih sesuatu (prestasi atau performansi). Ini seperti dikatakan Mark Twin: “Apa yang Anda butuhkan untuk berprestasi adalah memiliki komitment yang utuh dan rasa percaya diri. “

Kedua, kepercayaan diri terkait dengan kemampuan seseorang dalam menghadapi masalah yang menghambat perjuangannya. Orang yang kepercayaan dirinya bagus akan cenderung berkesimpulan bahwa dirinya “lebih besar” dari masalahnya. Sebaliknya, orang yang punya kepercayaan diri rendah akan cenderung berkesimpulan bahwa masalahnya jauh lebih besar dari dirinya. Ini seperti yang diakui Mohammad Ali. “Satu-satunya yang membuat orang lari dari tantangan adalah lemahnya kepercayaan diri.”

Kesimpulan Bandura (Dr. Albert Bandura, 1994), menjelaskan bahwa self-efficacy yang bagus punya kontribusi besar terhadap motivasi seseorang. Ini mencakup antara lain: bagaimana seseorang merumukan tujuan atau target untuk dirinya, sejauh mana orang memperjuangkan target itu, sekuat apa orang itu mampu mengatasi masalah yang muncul, dan setangguh apa orang itu bisa menghadapi kegagalannya.

Tak hanya Bandura yang kesimpulan semacam itu. Pakar pendidikan juga punya kesimpulan yang bernada sama. Self-efficacy yang bagus akan menjadi penentu keberhasilan seseorang (pelajar) dalam menjalankan tugas. Mereka lebih punya kesiapan mental untuk belajar, lebih punya dorongan yang kuat untuk bekerja giat, lebih tahan dalam mengatasi kesulitan dan lebih mampu mencapai level prestasi yang lebih tinggi (Pajares & Schunk, The Development of Achievement Motivation, San Diego: Academic Press, 2002.).




Sisi-sisi Negatif

Secara normal bisa dikatakan bahwa semua orang ingin memiliki kepercayaan diri yang tinggi atau kuat. Ini misalnya terkait dengan dua hal yang sudah kita bahas di muka. Hanya memang ada satu hal yang perlu kita waspadai bahwa ada beberapa sisi-sisi negatif di balik kepercayaan diri yang tinggi itu. Sisi-sisi negatif ini perlu kita kelola secara proporsional agar tidak membuahkan sikap dan perilaku yang merugikan atau merusak. Di antara sisi negatif itu adalah:

§ Arogansi. Kita merendahkan orang lain (looking down atau humiliate) karena merasa lebih tinggi atau lebih di atas. Arogansi seperti ini ditolak oleh semua tatanan nilai di dunia ini. Sah-sah saja kita merasa lebih dari orang lain tetapi yang paling penting di sini adalah jangan sampai kita memandang rendah orang lain, apalagi menghina baik dengan kata-kata maupun perbuatan.

§ Merasa paling benar sendiri dan tidak bisa menerima kebenaran milik orang lain. Terkadang memang ada alasan untuk merasa benar tetapi yang perlu kita waspadai adalah munculnya perasaan paling benar yang membuat kita menyimpulkan orang lain semua salah. Biarpun kita benar tetapi kalau kita merasa semua orang lain salah, ini bisa membuat kita salah.

§ Menolak opini orang lain / tidak bisa mendengarkan pendapat orang lain, saran orang lain, tidak mau mengambil pelajaran dari pengalaman orang lain atau keras kepala (stubbornness). Opini orang lain memang tidak semuanya perlu kita dengarkan tetapi juga tidak semuanya perlu ditolak. Ada hal-hal positif yang bisa kita ambil dari opini orang lain. Konon, salah satu faktor yang membuat para pengusaha ambruk setelah mengalami kejayaan adalah karena menolak mendengarkan opini orang lain, menolak belajar dari orang lain, bersikap fleksibel terhadap perubahan. Mereka menjadi orang yang tertutup oleh pengalaman kejayaannya selama ini.

§ Memiliki model komunikasi yang agresif, otoriter, bergaya memaksa atau tanpa empati. Model komunikasi demikian kerap menimbulkan kualitas hubungan yang kurang “sincere”, di samping juga lebih banyak mengundang konflik, perlawanan atau resistensi. Secara naluri, orang lain akan lebih nyaman bila didekati dengan model komunikasi yang empatik, asertif atau persuasif.

§ Kurang perhitungan terhadap bahaya potensial atau kurang perhatian terhadap hal-hal yang detail. Berani menghadapi tantangan, punya keyakinan yang tinggi atas kemampuan dalam mengatasi masalah atau berpikir “beyond the technique” itu memang positif dan dibutuhkan. Tetapi jika ini membuat kita terbiasa menyepelekan, menganggap enteng atau careless, sembrono, dan semisalnya, tentu membahayakan.

§ Kurang bisa mempercayai kapasitas orang lain atau terlalu perfeksionis dalam menilai orang lain. Tidak mudah mempercayai omongan orang lain atau tidak mudah mempercayai penjelasan orang lain atas kemampuannya sebelum ada bukti-bukti yang nyata, memang ini dibutuhkan. Ada kalanya kita tidak bisa 100% mempercayai orang lain. Tetapi akan jadi masalah jika kita tidak bisa mempercayai orang lain untuk semua hal, tidak bisa mendelegasikan pada orang lain untuk semua pekerjaan, selalu underestimate, selalu ingin menjadi “polisi” atas orang lain dan semisalnya, ini bisa menyusahkan diri sendiri.

§ Punya penilaian-diri yang “over”, mematok imbalan yang terlalu tinggi, menuntut diperlakukan secara terlalu idealis. Sah-sah saja kita punya penilaian diri yang setinggi langit sekali pun, mematok “harga” setinggi-tingginya, namun jika itu malah membuat hidup kita sempit, berarti kita perlu memunculkan pemikiran alternatif dan belajar menjadi fleksibel. Jangan sampai kita patah gara-gara kita terlalu keras. Jangan sampai pula kita tidak bisa membedakan antara tahu diri dan tidak tahu diri dalam praktek. Bedanya sangat tipis.

Sisi-sisi negatif yang saya sebutkan di atas mungkin bisa kita sebut dengan istilah “terlalu pede”. Ini juga berbeda dengan pede. Menurut kaidah yang berlaku dalam praktek hidup, sesuatu yang sudah terlalu, itu biasanya jelek dan dipandang jelek.




Membangun Kepercayaan diri

Bagi sebagian kita yang punya masalah seputar rendahnya kepercayaan-diri atau merasa telah kehilangan kepercayaan diri, mungkin Anda bisa menjadikan langkah-langkah berikut ini sebagai proses latihan:

1. Menciptakan definisi diri positif.

Steve Chandler mengatakan, “Cara terbaik untuk mengubah sistem keyakinanmu adalah mengubah definisi dirimu.” Bagaimana menciptkan definisi diri positif. Di antara cara yang bisa kita lakukan adalah:

o Membuat kesimpulan yang positif tentang diri sendiri / membuat opini yang positif tentang diri sendiri. Positif di sini artinya yang bisa mendorong atau yang bisa membangun, bukan yang merusak atau yang menghancurkan.

o Belajar melihat bagian-bagian positif / kelebihan / kekuatan yang kita miliki

o Membuka dialog dengan diri sendiri tentang hal-hal positif yang bisa kita lakukan, dari mulai yang paling kecil dan dari mulai yang bisa kita lakukan hari ini.

Selain itu, yang perlu dilakukan adalah menghentikan opini diri negatif yang muncul, seperti misalnya saya tidak punya kelebihan apa-apa, hidup saya tidak berharga, saya hanya beban masyarakat, dan seterusnya. Setelah kita menghentikan, tugas kita adalah menggantinya dengan yang positif, konstruktif dan motivatif. Ini hanya syarat awal dan tidak cukup untuk membangun kepercayaan diri.

2. Memperjuangkan keinginan yang positif

Selanjutnya adalah merumuskan program / agenda perbaikan diri. Ini bisa berbentuk misalnya memiliki target baru yang hendak kita wujudkan atau merumuskan langkah-langkah positif yang hendak kita lakukan. Entah itu besar atau kecil, intinya harus ada perubahan atau peningkatan ke arah yang lebih positif. Semakin banyak hal-hal positif (target, tujuan atau keinginan) yang sanggup kita wujudkan, semakin kuatlah pede kita. Kita perlu ingat bahwa pada akhirnya kita hanya akan menjadi lebih baik dengan cara melakukan sesuatu yang baik buat kita. Titik. Tidak ada yang bisa mengganti prinsip ini.

3. Mengatasi masalah secara positif

Pede juga bisa diperkuat dengan cara memberikan bukti kepada diri sendiri bahwa kita ternyata berhasil mengatasi masalah yang menimpa kita. Semakin banyak masalah yang sanggup kita selesaikan, semakin kuatlah pede. Lama kelamaan kita menjadi orang yang tidak mudah minder ketika menghadapi masalah. Karena itu ada yang mengingatkan, begitu kita sudah terbiasa menggunakan jurus pasrah atau kalah, ini nanti akan menjadi kebiasaan yang membuat kita seringkali bermasalah.

4. Memiliki dasar keputusan yang positif.

Kalau dibaca dari praktek hidup secara keseluruhan, memang tidak ada orang yang selalu yakin atas kemampuannya dalam menghadapi masalah atau dalam mewujudkan keinginan. Orang yang sekelas Mahatma Gandhi saja sempat goyah ketika tiba-tiba realitas berubah secara tak terduga-duga. Tapi, Gandhi punya cara yang bisa kita tiru: “Ketika saya putus asa maka saya selalu ingat bahwa sepanjang sejarah, jalan yang ditempuh dengan kebenaran dan cinta selalu menang. Ada beberapa tirani dan pembunuhan yang sepintas sepertinya menang tetapi akhirnya kalah. Pikirkan ucapan saya ini, SELALU”. Artinya, kepercayaan Gandhi tumbuh lagi setelah mengingat bahwa langkahnya sudah dilandasi oleh prinsip-prinsip yang benar.

5. Memiliki model / teladan yang positif

Yang penting lagi adalah menemukan orang lain yang bisa kita contoh dari sisi kepercayaan dirinya. Ini memang menuntut kita untuk sering-sering membuka mata melihat orang lain yang lebih bagus dari kita lalu menjadikannya sebagai pelajaran. Saking pentingnya peranan orang lain ini, ada yang mengatakan bahwa kita bisa memperbaiki diri dari dua hal: a) pengalaman pribadi (life experiencing) dan b) duplicating (mencontoh dan mempelajari orang lain). Buktikan! Selamat mencoba.

(jakarta 10 november 2006, oleh:ubaydillah, AN. www.e-psikologi.com)



Read More......

Wednesday, September 24, 2008

Friendship Story




Read More......

Friday, June 6, 2008

Penari-penari Mungil

Ya.. penari-penari Mungil karena dilihat dari segi postur tubuh mereka memang tergolong berpostur mungil untuk ukuran anak SMA. (Yach walaupun postur tubuhku juga mungil.. :) hehe..) .


Berbeda dengan pendahulu-pendahulu
mereka yang memiliki postur proporsional.
Meskipun begitu, mereka (dari kiri: Amel, Linda dan ycha) patut mendapat acungan jempol karena di Era yang serba modern disaat teman-teman sebaya mereka lebih tertarik dengan tari-tari modern, mereka malah mau bersusah payah dan dengan bangga membawakan tarian daerah yang notabene juga bukan tarian asal daerah mereka.


Untuk diketahui Amel berasal keluarga yang bersuku banjar, linda suku bugis dan Ycha suku jawa..
Ya walaupun selama latihan mereka mengalami kesulitan pada akhirnya mereka dapat tersenyum bangga dan berkata saya bisa..!!!!
Buat Amel, haslinda dan ycha terimakasih ya...
Jangan lupa banyak berlatih!!

Read More......

Friday, February 8, 2008

" JAM PIKET ORGAN TUBUH "

Layaknya pekerja, organ tubuh kita mempunyai jam piket dimana organ tersebut bekerja maksi maupun mini, dan sangat berkaitan erat dengan aktivitas yang kita lakukan sehari - hari. Coba baca deh baca artikel di bawah ini, InsyaAlloh bermanfaat.. .



" JAM PIKET ORGAN TUBUH "

LAMBUNG
Jam 07.00 - 09.00
Jam piket organ lambung sedang kuat,
sebaiknya makan pagi untuk proses
pembentukan energi tubuh sepanjang
hari. Minum jus atau ramuan sebaiknya
sebelum sarapan pagi, perut masih
kosong sehingga zat yang berguna segera
terserap tubuh.


LIMPA
Jam 09.00 - 11.00
Jam piket organ limpa kuat, dalam
mentransportasi cairan nutrisi untuk
energi pertumbuhan. Bila pada jam-jam
ini mengantuk, berarti fungsi limpa
lemah. Kurangi konsumsi gula, lemak,
minyak dan protein hewani.
Jam 21.00 - 23.00
Jam piket organ limpa lemah, terjadi
proses pembuangan racun dan proses
regenerasi sel limpa. Sebaiknya
istirahat dan menenangkan jiwa, untuk
meningkatkan imunitas.

JANTUNG
Jam 11.00 - 13.00
Jam piket organ jantung kuat, harus
istirahat, hindari panas dan olah
fisik, ambisi dan emosi terutama pada
penderita gangguan pembuluh darah.
Jam 23.00 - 01.00
Jam piket organ jantung lemah.
Sebaiknya sudah beristirahat tidur,
apabila masih terus bekerja atau
begadang dapat melemahkan fungsi
jantung.

HATI
Jam 13.00 - 15.00
Jam piket organ hati lemah, bila orang
tidur, darah merah berkumpul dalam
organ hati dan terjadi proses
regenerasi sel-sel hati. Apabila fungsi
hati kuat maka tubuh kuat untuk
menangkal semua penyakit.
Jam 01.00 - 03.00
Jam piket organ hati kuat. Terjadi
proses pembuangan racun/limbah hasil
metabolisme tubuh. Apabila ada gangguan
fungsi hati tercermin pada kotoran dan
gangguan mata. Apabila ada luka dalam
akan terasa nyeri.

PARU-PARU
Jam 15.00 - 17.00
Jam piket organ paru-paru lemah,
diperlukan istirahat, tidur untuk
proses pembuangan racun dan proses
pembentukan energi paru-paru.
Jam 03.00 - 05.00
Jam piket organ paru-paru kuat, terjadi
proses pembuangan limbah/racun pada
organ paru-paru, apabila terjadi batuk,
bersin-bersin dan berkeringat
menandakan adanya gangguan fungsi paru-
paru. Sebaiknya digunakan untuk olah
nafas untuk mendapatkan energi paru
yang sehat dan kuat.

GINJAL
Jam 17.00 - 19.00
Jam piket organ ginjal kuat, sebaiknya
digunakan untuk belajar karena terjadi
proses pembentukan sumsum tulang dan
otak serta kecerdasan.

LAMBUNG
Jam 19.00 - 21.00
Jam piket organ lambung lemah sebaiknya
tidak mengkonsumsi makan yang sulit
dicerna atau lama dicerna atau lebih
baik sudah berhenti makan.

USUS BESAR
Jam 05.00 - 07.00
Jam piket organ usus besar kuat,
sebaiknya biasakan BAB secara teratur


Read More......

Wednesday, January 23, 2008

SYARAT KELULUSAN

Berikut adalah syarat kelulusan UN 2008

KRITERIA PERTAMA :
Siswa dinyatakan lulus jika dari bidang studi yang diujikan tidak ada nilai di bawah 4,25
(minimal 4,26) dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25


KRITERIA KEDUA :
boleh terdapat nilai 4,00 hanya pada satu mata pelajaran yang di-UNAS-kan, dan lima mata pelajaran lainnya harus mencapai nilai sekurang-kurangnya 6,00 dan mencapai nilai rata-rata minimal 5,25.
Read More......

Monday, December 31, 2007

31 Desember 2007



Hari ini 31 Desember 2007, hari terakhir tahun 2007.
12 bulan, 365 hari ditahun 2007 sudah dilewati.
Tanpa terasa kita sampai dipenghujung tahun 2007, beberapa jam lagi tahun 2008 telah datang, tahun yang diharapkan lebih baik dari tahun 2007 tentunya.

Selamat tinggal tahun 2007
Selamat datang tahun 2008.
Semoga tahun 2008 menjadi tahun yang penuh berkah untuk kita semua amien..




Read More......

Saturday, December 29, 2007

Sekolah Gratis

Ada berita yang saya dapat dari millis yang sepertinya perlu untuk disebar luaskan karena untuk saat ini sangat jarang atau bahkan hampir tidak dapat kita jumpai. SEKOLAH GRATIS...
Ya sekolah unggulan, berasrama dan bebas biaya...
Semoga informasi ini bermanfaat

sekolah Unggulan, berasrama dan bebas biaya membuka
pendaftaran

SMART Ekselensia Indonesia adalah sekolah tingkat
menengah berasrama dan bebas biaya yang berada di
bawah naungan Lembaga Pengembangan Insani (LPI) Dompet
Dhuafa. Didirikan pada tahun 2004, sekolah ini telah
memiliki siswa didik berjumlah 137 untuk 4 angkatan.

Sekolah yang diperuntukkan bagi anak-anak dari
kalangan dhuafa yang berprestasi dari seluruh
Indonesia ini digagas untuk meningkatkan harkat dan
derajat kaum dhuafa melalui program pendidikan dan
pembinaan yang komprehensif dan berkesinambungan.
Diharapkan, setelah melalui proses pendidikan dan
pembinaan di SMART EI, setiap siswa memiliki bekal
berkarya untuk bangsa, negara dan agamanya.

Proses seleksi hingga kedatangan calon siswa, serta
pendidikan selama berada di kampus SMART EI, tidak
dipungut biaya apapun.

Persyaratan Umum
1) Berasal dari keluarga dhuafa (sesuai kriteria
Dompet Dhuafa )
2) Laki-laki
3) Lulus/Tamat SD atau sederajat
4) Bersedia untuk mengikuti program belajar 5 tahun
atau hingga selesai
5) Memeroleh izin dari orang tua/wali
6) Memiliki prestasi akademik, dengan kriteria
7) Mendapat Rangking 1-5 di Kelas IV–VI
8) Rata-rata Nilai Rapor minimal 7,0 dan Rapor tidak
ada nilai 5
9) Memiliki prestasi kegiatan pendukung, seperti olah
raga, kesenian, organisasi, atau keterampilan Bersedia
mengikuti seluruh tahapan seleksi sesuai dengan
ketentuan yang berlaku
10) Berbadan sehat dan tidak memiliki penyakit menular

Persyaratan Khusus
1) Mengisi formulir pendaftaran calon peserta seleksi
2) Fotokopi rapor kelas IV – VI yang telah dilegalisir
oleh sekolah asal.
3) Fotokopi ijasah/STTB/ STK
4) Fotokopi piagam penghargaan/ sertifikat
5) Surat keterangan tidak mampu dari Dewan
Kesejahteraan Masjid (DKM).
6) Surat Keterangan Gaji/Penghasilan orang tua/wali
dan/atau anggota keluarga yang menopang/ikut membantu
pendapatan keluarga dari RT atau RW atau Dewan
Kesejahteraan Masjid (DKM) setempat.
7) Surat pernyataan/izin mengikuti pendidikan di SMART
EI dari orang tua
8) Fotokopi rekening listrik 2 bulan terakhir
9) Fotokopi KTP/Surat Keterangan Domisili Tetap dari
RT atau RW.
10) Fotokopi Kartu Keluarga/KK.
11) Pas Foto Calon Peserta ukuran 4 X 6 sebanyak 4
lembar.

Waktu dan Tempat Pendaftaran
Pendaftaran dibuka mulai tanggal 01 Januari sampai
dengan tanggal 28 Februari 2008. Peserta dapat
mendaftarkan diri di di Panitia Daerah yang terdekat
yang tersebar di seluruh wilayah Indonesia.

Panitia Nasional Seleksi SMART Ekselensia Indonesia
Bumi Pengembangan Insani,
Jl. Raya Parung Bogor Desa Jampang Kec. Kemang
Kabupaten Bogor–Jawa Barat 16330
Telp. 0251-610817 /610 818 Ext 11
www.lpi-dd.net

Panitia Daerah Seleksi SMART Ekselensia Indonesia
Daerah Seleksi : Bali
Bapak Hendry Sulistiono
LAZ DSM BALI
Jl. Diponegoro No. 157 Sangrah, Denpasar - Bali
Telp: 0857 3711 1100/ 0813 3812 3124/ 0361-855 7285

Daerah Seleksi : Banten
Ibu Sifa/ Bapak Ade
KONSORSIUM PEMBAHARU BANTEN
Jl. KM Idris No. 54 Neglasari Timur Rt 04/ Rw 13
Benggala, Serang Banten 42117
Telp: 0856 9236 4906/ 0254-209392

Daerah Seleksi: Bogor
Bapak Setia Budi/ Asep Nurhalim
ETOS BOGOR
Jl. Babakan Tengah RT 02/ Rw 08 No. 107 Desa babakan
Tengah Kecamatan Darmaga 16680
Telp: 0818 0895 5849/ 0813 1515 0768

Daerah Seleksi: Jakarta
Bapak Abdurrahman
ETOS JAKARTA
Jl. Kedoya No. 39 Rt 01/ Rw 02 Pd. Cina Depok 16424
Telp: 0813 1084 5934

Daerah Seleksi: Gorontalo
Bapak Sumantimaku
YAYASAN AYATUL IKHWA
Jl. Limboto Raya No. 15 Ds. Tuladenggi Kec. Telaga
Biru Gorontalo 96181
Telp: 0813 1659 2022/ 0435-838950

Daerah Seleksi: Bandung
Bapak Yudi Supriatna
DOMPET DHUAFA BANDUNG
Jl. Pasirkaliki No. 143 Lantai II Bandung - Jawa Barat
40173
Telp: 0813 2299 9211/ 022-6032281

Daerah Seleksi: Semarang
Bapak Efendi Nugroho
ETOS SEMARANG
Jl. Timoho III No. 30 Tembalang Semarang- Jawa Tengah
Telp: 0815 7509 0400/ 0817 954 1858/ 024-76482311

Daerah Seleksi: Surabaya
Ibu Nurul Aisyah
ETOS SURABAYA
Jl. Arif Rahman Hakim No. 58 B Sukolilo Surabaya-Jawa
Timur
Telp. 0817 934 0271/ 031-71074803

Daerah Seleksi: Banjarbaru
Bapak Qomarudin Sukri
INTELLECTUAL MOSLEM YOUTH COMMUNITY (IMYCo)
Jl. Putri Junjung Buih Gg. Kelinci II No. 4 Banjar
Baru-Kalsel 70511
Telp. 0812 9933 284/ 0511-7751720

Daerah Seleksi: Pontianak
Bapak Duin/ Kiryan
DOMPET UMMAT
Jl. Tanjungsari NO. 40 Pontianak-Kalimanta n Barat
Telp: 0561-7032360/ 735978

Daerah Seleksi: Balikpapan
Bapak Kamaludin
DOMPET DHUAFA KALTIM
Jl. Mr. Iswahyudi No. 10 Rt 56 Sepinggan Gunung
Bahagia Balikpapan - Kaltim
Telp: 0813 1761 6260/ 0542-7209738

Daerah Seleksi: Lampung
Bapak Juperta Panji Utama
LAZ LAMPUNG PEDULI
Jl. S. Parman 19 Palapa Tanjung Karang Pusat, Bandar
lampung 35113
Telp: 0815 4048 877/ 0721-267582

Daerah Seleksi: Tual-Ambon
Bapak Musalim Temawut
YAYASAN DARUL ISTIQOMAH
Jl. Tanah Putih Utara No. 3 Rt 03/ Rw 04 Kel. Lodar
Tual - Maluku Tenggara
Telp: 0852 4301 2050/ 0916-21705

Daerah Seleksi: Kupang
Bapak Muhsin Thalib
YAYASAN IBADURRAHMAN
Jl. Keuangan Negara No. 32 Kupang - NTT
Telp: 0813 3941 7280/ 0380-882046

Daerah Seleksi: Sorong
Bapak Daeng Risabang/ Said Karim
SDIT AL- IZZAH
Komplek Masjid Agung Al- Akbar Sorong - Papua Barat
Telp: 0813 4390 9221/ 0813 4441 6886

Daerah Seleksi: Jayapura
Bapak Juandi
YAYASAN AS-SALAM PAPUA JAYAPURA
Jl. Raya Abepura No. 3A Entrop Jayapura Selatan 99224
Telp: 0813 4440 3303/ 0967-551904

Daerah Seleksi: Pekanbaru
Bapak Dwi Purwanto
LAZ SWADAYA UMMAH
Jl. Tuanku Tambusai Perkantoran Mella Lt. 2 Blok G No.
5 Pekanbaru Riau
Telp: 0813 7834 3431/ 0761-572314

Daerah Seleksi: Makassar
Bapak Anwar
ETOS MAKASSAR
Jl. Perintis Kemerdekaan Km 10 Tamalanrea-Makassar
90245
Telp: 0813 4292 5665/ 0411-4772803

Daerah Seleksi: Banggai
Bapak Hidayat Mondarfa
FORUM KOMUNIKASI REMAJA MASJID BANGGAI
Jl. P. Komodo No. 39 Kel. Simpong Kec. Luwuk Kab.
Banggai Sulawesi Tengah
Telp: 0815 2476 2220/ 0461-324093

Daerah Seleksi: Kendari
Bapak Lamalesi
YAYASAN BINA DHUAFA SULAWESI TENGGARA
Perumahan Dosen Blok P No. 8 Anduonohu Kendari
Sulawesi Tenggara
Telp: 0813 8146 8445/ 0401-392481

Daerah Seleksi: Padang
Bapak Firmansyah
DOMPET DHUAFA SINGGALANG
Jl. Veteran No. 17 padang 25116
Telp: 0751-823 5775/ 705 4086

Daerah Seleksi: Palembang
Ibu Desi/ Ani
DOMPET SOSIAL INSAN MULIA
Jl. Kapten Anwar Sastro No. 20 Komplek Masjid Baitul
Miraj Palembang 30129
Telp: 0813 7346 3825/ 0711-7076437

Daerah Seleksi: Medan
Bapak Ir. Simatupang
LAZ PEDULI UMAT WASPADA
Jl. Brigjend Katamso No. 1 Medan 20151 Medan -
Sumatera Utara
Telp: 0813 6144 6225/ 061-4511936

Daerah Seleksi: Yogyakarta
Bapak Untoro Wahyu/ Bapak Syafi'i
LEMBAGA ADVOKASI PENDIDIKAN YOGYAKARTA (LAPY)
Jl. Kaliurang Km 6 Pandega Padma II/ 15 Ds. Sinduadi
Kec. Mlati Kab. Sleman DIY
Telp: 0817 5455 393/ 0274-885127


Read More......